Berita

Berita BPI LIPI

BPI BRIN Siap Tingkatkan Kualitas Air Kolong Belitung Timur


pic

Bandung, Humas BRIN. Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tambang timah terbesar kedua di dunia setelah Malaysia. Salah satu sentra penambangan tersebut berada di wilayah Kabupaten Belitung Timur. Tidak hanya memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, penambangan juga mewariskan bekas galian tambang yang menjadi sumber air baku bagi masyarakat. Lubang bekas penambangan timah disebut kolong. Kualitas airnya tergantung pada usia kolong. Hal ini pula yang menjadi tantangan dimana kolong yang berusia kurang dari 5 tahun biasanya memiliki tingkat pH rendah dan kandungan logam yang tinggi.

Demi menyediakan kualitas pelayanan air yang lebih baik bagi masyarakat Belitung Timur, Perusahan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Pelangi Timur bersama Balai Pengembangan Instrumentasi BRIN (BPI BRIN) menyelenggarakan penandatanganan kerja sama terkait penelitian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengolahanserta pengelolaan air di kabupaten belitung timur, Selasa (14/12/2021) di Ruang Rapat Gondwana, gedung 70 lantai 2 Kampus Multisatker BRIN Bandung.

Plt. BPI BRIN Dr. Hanif Fakhruroza berharap kerja sama ini bisa terealisasi dengan baik. Ia percaya kontribusi yang telah BPI BRIN curahkan dalam hal pengelolaan air kolong di Belitung Barat bisa direplikasi dengan baik di Belitung Timur. Hanif juga memaparkan kelompok-kelompok penelitian BPI BRIN yang akan turut bekerja dalam proyek ini. Mereka adalah: (1) Kelompok Penelitian Bidang Instrumentasi Proses; (2) Kelompok Penelitian Bidang Teknologi Instrumentasi Cerdas; (3) Kelompok Penelitian Bidang Teknologi Kontrol; dan (4) Kelompok Penelitian Bidang Piranti Cerdas. “Melanjutkan lah. kegiatan di Bangka Barat tetapi dengan  fasilitas yang memiliki kapasitas lebih besar,” tutur Hanif.

Hanif turut menjabarkan proses bisnis BPI BRIN secara singkat setelah peleburan LIPI menjadi BRIN. Ia mengatakan bahwa BRIN memiliki rumah-rumah program yang berfungsi meningkatkan kinerja riset para peneliti. Beragam permasalahan riset seperti ketiadaan alat/infrastruktur hingga duplikasi riset menjadi fokus pembenahan lahirnya rumah program di BRIN. Proposal yang masuk melalui rumah program harus memasukan unsur scientific, global networking, dan industrial collaboration. “Kegiatan kita termasuk pada industrial collaboration dan semoga dapat lekas terwujud,” tegasnya.

Direktur Perumdam Pelangi Timur Mohammad Zubair, S.T. mengaku amat menunggu realisasi implementasi teknologi BPI BRIN bisa terwujud di Belitung Timur. Terlebih kualitas beberapa air kolong di sana masih berada di bawah standar kelayakan konsumsi sehingga ditakutkan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Zubair percaya teknologi BPI BRIN bisa menjadi solusi peningkatan kualitas air kolong bagi masyarakat Belitung Timur. “Kita kan selama ini, kalau air keruh menjadi agak bening udah selesai itu. Karena tingkat kemampuan kita hanya sebatas itu gitu, pak. makanya saya sangat berkeinginan sekali. Kalau misalnya BRIN ini bisa memberikan ilmu, memberikan solusi lah, bagi kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut Zubair mencontohkan Kota Manggar dimana nyaris semua tanahnya merupakan wilayah bekas galian tambang. Perlu pengolahan yang mengacu kepada kaidah keilmuan dan regulasi yang sesuai sehingga masyarakat bisa nyaman memanfaatkannya. Sayangnya, sejauh ini berbagai pihak yang pernah turun membantu pengolahan air di wilayah Belitung Timur nampaknya sudah kewalahan. Beberapa alat yang dipasang untuk keperluan pengolahan bahkan sudah rusak. “Plat baja dia pakai gak sampai setahun roboh,” cetus Zubair.

Penandatanganan kerja sama antara Perumdam Pelangi Timur dengan BPI BRIN melingkupi beberapa hal diantaranya peningkatkan dan pengembangan infrastruktur terutama prasarana dasar pengelolaan air bersih/air minum, penelitian dan pengujian air dan tanah, pengembangan sistem aplikasi pemantauan kualitas air, hingga sosialisasi dan diseminasi hasil kegiatan. Perjanjian ini berlaku dalam kurun hingga 2 tahun ke depan. AS