Berita

Berita BPI LIPI

BRIN Ajak Mahasiswa Meneliti


pic

Bandung, Humas BRIN. Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa adalah tingginya pemanfaatan riset dan inovasi yang baik. Masyarakat perlu mengetahui dan merasakan manfaat riset yang memudahkan kehidupannya. Mahasiswa jelas memiliki potensi besar dalam memajukan riset dan inovasi Indonesia di masa mendatang. Karena itulah, BRIN mendorong mahasiswa untuk menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian yang ada saat ini. “Mahasiswa bisa ikut berkolaborasi dalam mekanisme BRIN,” jelas Plt. Balai Pengembangan Instrumentasi BRIN Hanif Fakhrurroja ketika menerima belasan mahasiswa yang berkunjung dari Universitas Pasundan, Senin (31/2/2022), di Ruang Rapat Gondwana Gd. 70 Kawasan Multisatker BRIN Bandung.

Dalam paparannya, Hanif menjabarkan profil dan peran strategis BRIN dalam pilar pembangunan bangsa. Di bawah arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), BRIN ingin memaksimalkan SDM dan infrastruktur riset di Indonesia melalui manajemen riset yang efektif dan efisien Hanif bercerita salah satu persoalan riset di Indonesia adalah terpecahnya fokus dan anggaran riset di berbagai institusi. Ia mencontohkan penelitian mobil listrik yang berada di berbagai badan dan lembaga. Hal ini menyebabkan riset yang berlangsung justru tidak optimal. Kehadiran BRIN dalam konsep rumah program diharapkan bisa memberikan fokus riset yang utuh serta anggaran yang lebih efektif sehingga hasilnya maksimal. “Visi pak jokowi cukup futuristik memahami kita harus bergabung untuk menjawab tantangan yang ada,” tuturnya.

Budaya riset BRIN juga mendorong para penelitinya untuk bisa bermitra dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri. Baik riset hulu seperti basic science sampai penerapannya. Tidak mengherankan jika saat ini ada 74 tusi litbangjirap yang bergabung ke dalam BRIN dengan total 12 organisasi riset (OR) dan 85 pusat riset. Hanif mengatakan BPI sendiri nantinya kemungkinan akan berubah menjadi Pusat Riset Mekatronika Cerdas dibawah OR Elektronika dan Informatika. Dia menganjurkan para mahasiswa untuk berkunjung ke pusat riset lainnya yang lebih berkenaan dengan bidang studi mereka yakni Pusat Riset Ekonomi di Jakarta. “Ada juga OR Tata Kelola Pemerintah, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat,” katanya.

Hanif melanjutkan paparannya dengan menjelaskan berbagai konsep manajemen talenta di BRIN seperti beasiswa By Research dan juga program magang, asisten riset, dan merdeka belajar kampur merdeka (MBKM). “Teman-teman bisa nih memilih beberapa opsi tersebut nantinya,” ujar Hanif. Para mahasiswa bisa ikut berkolaborasi mendapatkan pengalaman riset berharga karena BRIN memang terbuka bagi siapa saja. Ada total 13 lokasi MBKM dan BRIN berada di hampir semua provinsi. Nantinya selama 1 semester kegiatan MBKM di BRIN akan dikonversi setara dengan 20 SKS. “Ikut riset di penelitian bisa luring/daring tergantung kebutuhan unit riset,” tambahnya.

Pemaparan Hanif berlanjut dengan menjelaskan profil BPI BRIN serta rencana kegiatan pada tahun 2022. Salah satunya Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA). PUMMA merupakan alat deteksi tsunami yang dipasang di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dan pantai barat Pulau Sumatera. Ada juga pengembangan di bidang Biomedical Instrumentation berupa Exoskeleton yang berfungsi untuk membantu orang dengan kelumpuhan berjalan. Semacam kerangka robot untuk membantu melangkah. “Ada pengolah air siap minum dari air sungai biasa langsung siap minum di daerah dampak bencana,” terangnya.

Dalam sesi tanya jawab, penggemar ilmuwan Albert Einstein ini juga turut memberikan komentarnya tentang Metaverse yang saat ini tengah viral. Hanif mengatakan jika konsep Metaverse sesungguhnya sudah ada sejak lama. Berbagai kultur popular seperti film juga sudah menyajikan tema-tema yang bersinggungan dengan Metaverse seperti Ready Player One dan Spiderman bahkan dalam format permainan seperti Roblox. “Paris Hilton mengakan konser di Roblox tahu kan?” serunya.

Ia juga menyinggung kemajuan teknologi yang memaksa fungsi-fungsi kasir bank digantikan oleh Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa akuntansi untuk terus berinovasi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan masa depan. “Itu prediksi saya,” celotehnya tersenyum. Para mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Pasundan juga berkesempatan untuk mengunjungi laboratorium BPI yang berada di Gd. 80. Mereka mengaku mendapatkan kesempatan berharga untuk mengenali bidang lain selain program studi akuntansi. “Pemaparan materi sangat bagus dan mudah dimengerti sampai memahami bidang lain dari akuntansi.” ungkap panitia kegiatan Regina. AS