Berita

Berita BPI LIPI

Dukung ketahanan pangan nasional, BRIN kembangkan aplikasi teknologi Nanobubble


pic

Bandung – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat Riset Mekatronika Cerdas menyepakati kerja sama dalam penerapan teknologi Nanobubble dan Internet of Thinks pada pertanian hidroponik dengan CV Mustika Permata pada Kamis (04/08). “Kerja sama ini dilatarbelakangi adanya persoalan dalam peningkatan produksi tanaman hidroponik yang dihadapi oleh Norberta Yuni Rusmintia selaku Direktur Utama CV Mustika Permata atau Blessing Farm,” ungkap Yanuandri Putrasari, Ph.D, Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas.
CV Mustika Permata adalah perusahan swasta yang memiliki bisnis inti pada budidaya petanian hidroponik untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehat bebas pertisida dengan jaringan distribusi yang cukup luas, seperti café, supermarket, catering makanan sehat, dan kalangan rumah tangga.
Di sisi lain, Yanu menjelaskan bahwa para peneliti di PR MC telah beberapa tahun melakukan riset terkait nanobubble yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang. “Kerjasama ini terus dapat berjalan, mulai dari penerapan teknologi nanobubble dan berlanjut ke tahap optimasi. Berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya, teknologi nanobubble dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman hidroponik hingga 30%, harapnya.

Nanobubble Untuk Hidrponik

Teknologi nanobubble itu sendiri merupakan teknologi untuk memperkecil ukuran gelembung dalam sistem aerasi menjadi skala nano, dengan keuntungannya adalah gas yang dimasukan dalam zat cair dapat bertahan lebih lama sehingga memperbaiki perpindahan massa gas ke dalam zat cair, jelas Hilman Syaeful Anwar, salah satu peneliti di Pusat Riset Mekatronika Cerdas. “Teknologi ini dapat diteraIpkan di berbagai bidang, seperti bidang kimia, kesehatan, peternakan, pertanian, serta perikanan. Mahluk hidup selalu membutuhkan oksigen untuk proses motaboliste, semakin tinggi kadar oksigen yang terlarut dalam air, dapat mempercepat penyerapan nutrisi oleh tanaman,” ungkapnya.Selain itu, oksigen dibutuhkan oleh mikroorganisme yang dapat mempercepat proses motabolisme tanaman. Nanobubble sendiri dapat membantu memperbaiki genetik tanaman. Perancangan generator nanobubble dan penerapannya di bidang pertanian, merupakan yang dikerjakan oleh Hilman dan tim. “Nanobubble dapat meningkatkan produktivitas dan mempercepat masa panen dibandingkan dengan metode pertanian konvensional d, dari 3 bulan menjadi 2 bulan. Penerapan nanobubble dalam pertanian hidroponik ini didukung oleh internet of thinking untuk kontrol dan monitoring secara realtime terhadap kadar oksigen, TDS, nutrisi dan semua yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, termasuk karakterisk air seperti temperatur, pH, konduktivitas listrik,” jelasnya.Riset dan penerapan nanobubble pada pertanian hidroponik ini, terdiri dari 3 (tiga) tim utama, yaitu tim yang menangani teknologi generator nanobubble, tim IoT, dan tim pertanian dari UNPAD. Hilman menggeluti teknologi nanobubble ini dari tahun 2016 dan saat ini telah menghasilkan generator nanobubble yang lebih efisien dengan skala penerapan yang lebih luas, seperti untuk remidiasi lingkungan.Nanobubble dinilai Hilman sebagai sesuatu yang istimewa. Dalam sistem aerasi biasa, kandungan oksigen hanya berkisar 1 ppm, namun dengan teknologi nanobubble, kandungan oksigen dalam air dapat mencapai 43 ppm. Ke depannya, Hilman akan mengkaji nilai optimum untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman hidroponik, pungkas Hilman. (RR, IP. Ed. KG).