Berita

Berita BPI LIPI

Intelligent Instrumentasi LIPI


pic

Bandung, Humas LIPI. Dunia sudah mengenal smart technology berupa pelbagai perangkat canggih seperti ponsel pintar, jam tangan pintar hingga kaca mata pintar.  Berbagai perangkat tersebut mampu saling terknoneksi memanfaatkan beragam jaringan dan protokol seperti bluetooth dan wireless untuk bertukar data. Tidak terkecuali pada bidang instrumentasi, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI (BPI LIPI) Anto Tri Sugiarto mengungkapkan pengembangan prototipe teknologi yang lebih baik dari sekedar “Smart” berupa Intelligent Technology. “Smart instrumentasi itu kayak tadi ada data diinfokan tapi kalau intelijen itu ada kerusakan ada apa itu bisa bekerja sendiri,” tuturnya, Jumat (9/4/2021) di Gedung 50 Kawasan Multisatker LIPI Bandung.

Dalam buku Measurement and Instrumentation karya Jyotirmoy Bhattacharya, intelligent technology adalah istilah yang disematkan pada perangkat-perangkat yang memiliki keunggulan tidak hanya “Cerdas” tapi juga memiliki kelebihan dalam akurasi pengukuran dan kemampuannya untuk melakukan fungsi seperti kalibrasi mandiri jarak jauh dan diagnosis diri kesalahan. Prototipe berbasis intelligent technology inilah yang dikembangkan BPI LIPI untuk monitoring kualitas air di Sungai Citarum dan Sungai Ciliwung pada tahun ini. Plasma Nanobubble Generator memiliki kemampuan menguraikan bau dan zat organik serta membunuh bakteri patogen. Sementara nano bubble generator berfungsi menambah oksigen terlarut dalam kolom air sebanyak 22 meter kubik per jam.

“Misalkan kualitas oksigennya turun, yaudah nanobubblenya nyala dan setelah cukup nanti nanobubblenya mati lagi,” terang Anto. Ia menambahkan kegiatan monitoring kualitas air Sungai Citarum dan Sungai Ciliwung menyasar beberapa lokasi antara lain Masjid Apung Gedebage, Bojongsoang, dan area sekitar Masjid Istiqlal. Dirinya juga berharap ke depan Tim Monitoring bisa memiliki ruang kontrol yang bisa memonitor langsung pemantauan di lapangan. Namun, tidak hanya berhenti pada monitoring. BPI LIPI juga secara berkesinambungan mengembangkan prototipe untuk menanggulangi COVID-19.

Hingga saat ini, peneliti BPI LIPI tengah terus mengembangkan beberapa perangkat terkait penanganan COVID-19. Autonomous UVC Mobile Robot (AUMR) Telkom University adalah salah satu hasil kolaborasi peneliti BPI LIPI dengan Telkom University. BPI LIPI tercatat telah menciptakan beberapa perangkat terkait penanganan COVID-19 seperti: Ozon Nanomist, Automated UVC Trolley (AUT), dan terbaru Ozone Nanobubble Water (ONBW) Generator. Prototipe ONBW adalah mesin berteknologi non-thermal plasma dan nanobubble yang mampu menghasilkan air berisi gelembung gas ozon terlarut dalam ukuran <100nm. Tingginya kandungan gas ozon pada air mampu mensterilisasi berbagai hal mulai dari buah seperti cabai hingga Alat Pelindung Diri (APD). “APD selama ini direndam pakai air kaporit kan bau tidak halnya dengan ozon,” seru Anto.

Sebagai salah satu koordinator kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) dalam bidang teknologi lingkungan dan instrumentasi, BPI LIPI juga memiliki kegiatan-kegiatan lainnya. Diantaranya: pemantauan dan pemanfaatan kualitas hasil produksi pertanian di Yogjayakta dan Subang. Ada pula kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, Telkom University, dan Universitas Indonesia. Kerja sama dengan IPB menyasar pemanfaatan nanobubble untuk produk pertanian pascapanen, sementara UI dan ITB mengarah pada aplikasi pengembangan pupuk dan pertambangan. Salah satu yang menarik adalah pemanfaatan nanobubble sebagai instrumen menambang emas. “Emas dihancurkan supaya halus kalau oksigennya tinggi itu mudah mengambilnya kalau kurang susah,” jelas Anto.

Salah satu komoditi yang sedang naik daun, Nikel tidak luput mendapatkan perhatian dalam aplikasi nanobubble. Kemurnian nikel yang menjadi kunci nyatanya bisa ditunjang dengan pemanfaatan nanobubble sebagai pembersih pengotornya. “Harapannya karena instrumentsi di Indonesia cuma satu dan kita mengembangkan intelligent instrumentasi guna mendukung industri nasional terutama di pertanian, perikanan, dan pertambangan,” pungkas Anto. Ia yakin BPI LIPI bisa menjadi baseline untuk kemajuan instrumentasi di Indonesia. AS