Berita

Berita BPI LIPI

Kolaborasi BRIN dengan PT Telkom: Bandung Digital Valley


pic

Bandung – Humas BRIN. Pengembangan IoT (Internet of Things) merupakan salah satu teknologi yang saat ini penjajakan kerja samanya tengah dilakukan oleh Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) BRIN. Hal ini merupakan tindak lanjut inisiasi kerja sama sebelumnya dengan PT Telkom Indonesia. Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan kerja sama pengembangan bisnis bersama pada kebutuhan riset dan pengembangan IOT. “Dimana IoT amat berperan sebagai bagian dari ekosistem digital dan penguasaan teknologinya,” ungkap Hanif Fakhrurroja Kepala BPI BRIN.

Rencana kegiatan kerja sama diantara kedua belah pihak adalah pemanfaatan LORA dan IoT Platform Aqua Culture. Smart farming, perangkat ukur murah untuk muka air laut serta automatic water meter reading system service. Secara detail cakupan ruang lingkup rencana kerja sama meliputi: (1) ekpslorasi use case terkait penggunaan layanan/produk berbasis IoT untuk Aqua culture ; (2) smart farming, (3) PUMMA; (4) smart ternak, dan (5) knowledge sharing. “Kita berusaha memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki pada kedua belah pihak,” terang Hanif.

Adapun beberapa rencana kegiatan kerja sama diantaranya eksplorasi use case terkait dengan penggunaan layanan/produk Internet of Things pada project Aqua Culture (Tambak Lobster) dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki (data, people, process, technology) pada kedua belah pihak; serta eksplorasi use case terkait dengan penggunaan layanan/produk IoTpada proyek Smart Farming dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki (data, people, process, technology) pada kedua belah pihak.

Adapun kegiatan Knowledge Sharing penggunaan layanan/produk Platform dan Connectivity IoTmilik PT Telkom, akan digunakan sebagai media perantara antara perangkat hingga sampai ke aplikasi dari masing-masing use case. Tindak lanjut lain juga berlanjut pada perancangan dan pengujian use case, pertukaran wawasan teknologi, pertukaran wawasan mengenai kegiatan community development, hingga pemasaran bersama kepada calon pelanggan. “Hal lain juga dibicarakan terkait peran dan dukungan dari masing-masing pihak agar lebih jelas,” sambung Hanif.

Pertemuan ini juga menuangkan gagasan-gagasan yang nanti bisa dituangkan pada naskah kerja sama. Diantaranya seperti jadwal dan teknis pertukaran wawasan mengenai perangkat Smart Meter Device, pembagian peran yang termasuk ke dalam hak serta kewajiban kedua belah pihak dalam menjalankan pengembangan bisnis bersama, serta durasi waktu dari Kerja sama ini yang diusulkan selama 24 bulan.

Ibnu Alinursafa, Tribe Leader IoT Platform & Service, mewakili PT. Telkom Indonesia dalam diskusi ini menyampaikan informasi terkait layanan baru berupa produk transmisi data jarak jauh untuk mendukung IoT (LoRaWAN) dan pengembangan platform IoT (Antares) dengan segala kunggulannya untuk mendukung era digitalisasi saat ini. Harapkan dengan terjalinnya kerja sama ini kedua belah pihak  saling menguntungkan berperan menjadi bagian dari ekosistem digital dan penguasaan teknolginya sehingga bermanfaat untuk masyarakat lebih luas, pungkas Hanif (ER/ ed. KG/AS )