Berita

Berita BPI LIPI

Teknologi LIPI Jadikan Air Bekas Galian Tambang Siap Minum


pic

Bandung, Humas LIPI. Bentang alam Pulau Bangka mengalami perubahan akibat eksploitasi biji timah baik secara legal maupun illegal. Tidak sedikit lubang – lubang bekas galian yang kemudian berisi air [kolam], yang disebut “Kolong” muncul akibat tidak direklamasi. Kendati demikian, kolong – kolong tersebut justru menjadi sumber air baku bagi masyarakat sekitar. Masalahnya, kualitas air kolong seringkali buruk. Para peneliti LIPI meninjau sisi kimia, biologi, dan fisika dari air kolong tidak memenuhi standar baku mutu air yang layak konsumsi. Inilah salah satu pendorong perjanjian kerja sama antara UPT Balai Pengembangan Instrumentasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (UPT BPI LIPI) dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka Kabupaten Bangka.

Bertempat di Gedung 80 Kawasan Multisatker LIPI Bandung, Kepala UPT BPI LIPI Anto Tri Sugiarto dan Direktur PDAM Tirta Bangka Suhendra, melaksanakan penandatanganan kerja sama untuk meningkatkan penelitian, pengembangan, pemanfaatan teknologi air dalam pengelolaan air di wilayah perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Bangka Kabupaten Bangka, Jumat (12/11/2020). Suhendra menjelaskan kebutuhan air bersih di Kabupaten Bangka cukup krusial karena struktur air yang memiliki derajat keasamaan yang rendah dan berwarna. Dirinya percaya LIPI memiliki alat dan teknologi yang bisa membantu meningkatkan mutu kualitas air yang ada. Dirinya berharap secara bertahap transfer teknologi ini tidak hanya menyentuh aspek peningkatan kualitas air melainkan juga teknologi – teknologi lain seperti mendeteksi sumber air dsb. “Semoga ini terus berlanjut agar ke depan kami bisa mendapatkan hasil yang prima dan baik,” tegasnya.

Sementara itu, dalam acara yang difasilitasi Biro Kerja Sama Hukum, dan Humas LIPI, Anto menegaskan bahwa LIPI berupaya untuk mendukung kegiatan di daerah melalui kegiatan penelitian dan kerja sama. Termasuk program kerja sama saat ini yang sebelumnya telah diimplementasikan di wilayah Bangka Barat dimana teknologi pengolahan air kolong menjadi air PDAM telah berlangsung sejak 2015 – 2019. Ia menambahkan, UPT BPI LIPI akan menerapkan teknologi pengolahan air bekas tambang untuk air baku PDAM dengan teknologi plasma nanobubble terintegrasi monitoring dan IOT. Teknologi Plasma Nanobubble yang dikembangkan Balai Pengembangan Instrumentasi, LIPI.

Teknologi tersebut terdiri dari dua sub-sistem, yaitu: Plasma Generator dan Nano Bubble Generator. Nano bubble generator berfungsi untuk menambahkan oksigen terlarut dalam kolom air sebanyak 22 meter kubik per jam sehingga dapat mengaktifkan mikroorganisme pengurai yang hidup di kolom air maupun sedimen.“Sumber air baku PDAM yang berkualitas dan air siap minum,” tambahnya. Anto berharap perjanjian kerja sama yang berlangsung hari ini dapat terjalin hingga tahun – tahun mendatang sehingga alokasi kegiatan untuk pendampingan implementasi teknologi dapat berjalan dengan baik. (as/ ed:drs)